Light Emitting Diode (LED) biasanya digunakan sebagai indikator. LED bisa menunjukkan saat power on, sebagai indikator peringatan, dlsb. LED harus disuplai dari sumber tegangan DC, dengan kaki anoda positif dan kaki katoda negatif, seperti yang terlihat pada gambar diagram dibawah.
Untuk mengalkulasi nilai resistor yang terkoneksi seri kita harus tahu tegangan maju dan arus serta koneksinya. Data yang diperlukan dapat diperoleh dari katalog atau buku data. Dalam contoh tegangan-nya 2 volt dan arusnya 20mA (0.02 amp). Kaki katoda ialah yang paling dekat dengan tanda 'garis' pada bodi dioda.
Karena tegangan yang melewati dioda adalah 2 volt dan tegangan baterainya 12 volt, maka tegangan yang melewati resistor adalah 12-2 = 10 volt. Dioda tersambung seri dengan resistor, jadi arus yang melewati keduanya sama, yaitu 0.02 amp.
Kita tahu tegangan yang lewat, dan arus yang melalui resistor. Dari hukum Ohm kita dapat mengalkulasi nilai resistor.
Resistansi = Volt dibagi dengan Ampere = V/I = 10/0.02 =500 ohm.
Karena ini bukanlah nilai standar kita bisa memakai resistor 470 atau 560 ohm sebab aplikasi ini tidak terlalu mementingkan nilai.
Sumber: Hobby Projects