Phone & WA: 0821 4252 1800 | LINE: meterdigital.com | E-mail: info@meterdigital.com

Apa beda kilatan listrik dan ledakan listrik?

Sekitar 77% dari semua kecelakaan kelistrikan diakibatkan oleh kejadian kilatan listrik. Saat kesalahan/error muncul, hasilnya adalah ledakan listrik yang dahsyat. Cahaya dan panas yang dipancarkan dikenal dengan kilatan listrik, dan gelombang tekanan dikenal sebagai ledakan listrik. Kilatan listrik melepaskan gas panas serta energy radian terkonsentrasi hingga empat kali dari suhu permukaan matahari, yang bisa melelehkan logam dan menyebabkan luka bakar akibat radiasi, kerusakan penglihatan mata, serta kerusakan fatal lain. Suhu panas tinggi tersebut juga dapat menguapkan logam seperti tembaga. Logam yang menguap tersebut akan menjadi bahan utama plasma arc serta memperkuat tenaga ledakannya. Kilatan listrik pada dasarnya berlangsung sampai arus listrik yang ada pada alat yang terlindungi membuka rangkaiannya. Sekering jenis fast-acting dapat membuka rangkaian tersebut dalam waktu beberapa mili detik. Gelombang tekanan yang mengikutinya dapat merusak pendengaran, fungsi otak dan benda-benda, peralatan, mesin serta puing-puing dapat terlontar sehingga mengakibatkan kerusakan dan cedera serius. Bahkan jika ledakan listrik tidak mengakibatkan cedera pada manusia, hal tersebut akan merusak peralatan dan menyebabkan penghentian sistem.

Penyebab

Salah satu penyebab utama kilatan listrik adalah tegangan yang tidak tetap (lonjakan), diakibatkan oleh beban reaktif switching atau sambaran petir. Lonjakan tegangan listrik tersebut dapat berlangsung hanya dalam waktu sekian mikro detik, tetapi juga dapat membawa ribuan ampere energi. Saat lonjakan tersebut muncul saat pengukuran dilakukan, dapat menyebabkan plasma arc muncul di dalam peralatan ukur, atau di udara luar. Penyebab utama lain terjadinya kilatan listrik adalah salah mencolokkan tes probe ke permukaan logam, salah koneksi, adanya celah pada insulasi, bagian yang terpasang tidak benar, ataupun debu dan karat yang menyebabkan panas.

Konsekuensi

Kesalahan/kegagalan kelistrikan berpotensi fatal terhadap orang disekitarnya. Kilatan listrik yang sangat panas dapat menghanguskan kulit manusia dan membakar pakaian dalam jarak beberapa meter dari lokasi kejadian. Pengobatan dan perawatan akibat kilatan listrik membutuhkan waktu bertahun-tahun dalam pemulihan transplantasi kulit. Tanpa perlindungan mata yang memadai, proyektil serta puing-puing cair dapat menyebabkan kerusakan mata. Radiasi sinar UV yang sangat kuat yang mucul bersamaan dengan kilatan listrik dapat menyebabkan kerusakan retina mata. Bau menguap yang sangat panas dapat melukai paru-paru dan menganggu pernafasan. Suara ledakan dapat memecahkan gendang telinga dan merusak pendengaran, menyebabkan kegagalan fungsi paru-paru dan merusak organ dalam manusia. Ledakan dapat menyebabkan kaki patah, terjatuh akibat ledakan dapat mengakibatkan tulang patah, sengatan listrik atau luka-luka di bagian sistem tubuh lainnya.

Kilatan listrik dan ledakan listrik adalah bahaya nyata di lingkungan industri kelistrikan. Dengan mengikuti praktek yang baik, menggunakan peralatan dengan benar serta berada sejauh mungkin dari komponen beraliran listrik dapat mengurangi resiko terjadinya hal tersebut serta bekerja dengan lebih pintar dan aman.

Sumber:
http://en-us.fluke.com/training/training-library/electrical-safety/arc-flash-arc-blast/what-is-the-difference-between-arc-flash-and-arc-blast.html?lcid=dc93b1e5-d4f6-e511-8cff-a4badb1ddeb8&utm_source=FBPAGE&utm_medium=social&utm_campaign=MULTI&linkId=26348612